Pemerintah Palestina Akan Mundur dari Ramallah dalam 24 Jam

Dukungan untuk Hamas dan Mujahidin di Gaza naik menjadi 32 persen dari 27 persen tiga bulan lalu, sementara dukungan untuk Fatah menurun dari 41 persen pada Maret menjadi 36 persen.
Jakarta,CNN Indonesia ~ Presiden Palestina Mahmud Abbas mengumumkan bahwa pemerintah Palestina yang berbasis di Ramallah akan mengundurkan diri dalam kurun waktu 24 jam ke depan.
"Dalam waktu 24 jam pemerintah Palestina akan mengundurkan diri" kata Abbas kepada anggota Dewan Revolusioner gerakan Fatah di Ramallah menurut beberapa pejabat yang menghadiri pertemuan itu.
Sebelumnya dewan sekretaris jendral mengatakan bahwa pemerintah akan mundur dalam waktu 24 jam karena ketidak mampuan nya untuk bertindak di jalur Gaza.
"Pemerintah akan mengundurkan diri dalam 24jam ke depan karena (mereka) lemah dan Hamas dan Mujahidin lain nya tidak akan mengizinkan mereka berkerja di Gaza," kata Sekjen Amin Maqbul pada Selasa (16/6), dikutip dari Al Arabiya
Tapi Lhab Bseiso, juru bicara pemerintahan konsensus mengatakan ia tidak menyadari itu.
"Kami telah mengadakan pertemuan hari ini dan kami tidak membahas isu ini," katanya
Sementara pekan lalu,Reuters melaporkan bahwa popularitas kelompok Hamas dan Mujahidin meningkat di jalur Gaza.
Khalil Shikaki dari Pusat Kebijakan dan Survei Palestina mengatakan bahwa peningkatan Hamas kemungkinan disebabkan oleh rasa frustasi dan ketidaksabaran warga Gaza melihat lambannya diplomasi antara Abbas dan Israelek terkait teritori Palestina di Yerusalem yang direbut pada tahun 1967
Shikaki juga mengatakan sekit 63 persen rakyat Gaza tak senang dengan pencapaian Hamas. Mereka
mengatakan apa yang dilakukan Hamas tak seimbang dengan "Kerugian jiwa dan materi" yang harus diderita Gaza setelah perang selama 50 Hari selama Jili hingga Agustus tahun lalu.

Dukungan untuk Hamas dan Mujahidin di Gaza naik menjadi 32 persen dari 27 persen tiga bulan lalu, sementara dukungan untuk Fatah menurun dari 41 persen pada Maret menjadi 36 persen.
Jakarta,CNN Indonesia ~ Presiden Palestina Mahmud Abbas mengumumkan bahwa pemerintah Palestina yang berbasis di Ramallah akan mengundurkan diri dalam kurun waktu 24 jam ke depan.
"Dalam waktu 24 jam pemerintah Palestina akan mengundurkan diri" kata Abbas kepada anggota Dewan Revolusioner gerakan Fatah di Ramallah menurut beberapa pejabat yang menghadiri pertemuan itu.
Sebelumnya dewan sekretaris jendral mengatakan bahwa pemerintah akan mundur dalam waktu 24 jam karena ketidak mampuan nya untuk bertindak di jalur Gaza.
"Pemerintah akan mengundurkan diri dalam 24jam ke depan karena (mereka) lemah dan Hamas dan Mujahidin lain nya tidak akan mengizinkan mereka berkerja di Gaza," kata Sekjen Amin Maqbul pada Selasa (16/6), dikutip dari Al Arabiya
Tapi Lhab Bseiso, juru bicara pemerintahan konsensus mengatakan ia tidak menyadari itu.
"Kami telah mengadakan pertemuan hari ini dan kami tidak membahas isu ini," katanya
Sementara pekan lalu,Reuters melaporkan bahwa popularitas kelompok Hamas dan Mujahidin meningkat di jalur Gaza.
Khalil Shikaki dari Pusat Kebijakan dan Survei Palestina mengatakan bahwa peningkatan Hamas kemungkinan disebabkan oleh rasa frustasi dan ketidaksabaran warga Gaza melihat lambannya diplomasi antara Abbas dan Israelek terkait teritori Palestina di Yerusalem yang direbut pada tahun 1967
Shikaki juga mengatakan sekit 63 persen rakyat Gaza tak senang dengan pencapaian Hamas. Mereka
mengatakan apa yang dilakukan Hamas tak seimbang dengan "Kerugian jiwa dan materi" yang harus diderita Gaza setelah perang selama 50 Hari selama Jili hingga Agustus tahun lalu.
